Realstory69.com – Penangkapan di Bandara yang dilakukan oleh Satreskrim Polda Jateng kepada pelaku, GT (25) yang berusaha melarikan diri setelah melakukan aksi perampokan dan pemerkosaan terhadap AS (26) di rumahnya, Perum Pemai Setiabudi, Semarang Barat, kamis (3/11) pukul 19.45 WIB.

Aparat berhasil melakukan investigasi dan mengetahui identitas pelaku berdasarkan laporan kakak korban, FG (42) saat berkunjung ke rumah adiknya itu. Kakak korban langsung pergi ke kantor polisi Polda Jateng sesaat setelah mengetahui cerita adiknya yang tak berdaya di kamarnya. Selain adiknya, ada satu korban yang diperkosa oleh pelaku yakni seoranh pembantu, NT (23).

Kasatreskrim, Armam Siregar, membenarkan adanya laporan tersebut, pihaknya langsung menyebarkan anggota ke berbagai tempat. “Kami langsung terjunkan anggota ke tempat-tempat strategis” jelas Amran.

Kami mengetahui setelah ada laporan dari anggota yang sempat melihat pelaku dan jejaknya ke sebuah bandara. Kami langsung bergegas untuk melakukan penangkapan” ujar Arman. Setelah tertangkap, pelaku kemudian digiring ke markas besar Polda Jateng untuk dilakukan pemeriksaan.

Kakak korban, FG bergegas mengantarkan adiknya dan pembantu ke rumah sakit Columbia, Semarang agar dilakukan pemeriksaan. Kepada aparat penegak hukum, kakak korban berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. “Biadab emang si pelaku, salah apa adikku, sampe diperlakukan seperti ini. Pokoknya saya berharap agat pelaku dihukum seberat-beratnya, kalo bisa seumur hidup” pungkasnya. (red)

————–

Polisi: Pelaku perkosaan ancam korban gunakan pistol dan samurai jika memberontak

Realstory69.com – Kapolda Jateng, Irjen Agus Handoko, SH mengungkap motif pelaku, GT (25) melakukan aksi kejahatan pencurian dan perkosaan itu karena rasa iri terhadap kekayaan korban, kamis (3/11).

Menurut keterangan pelaku, korban apatis dan suka memamerkan harta kekayaan itu membuatnya merasa iri dan panas. Ketika pelaku melihat kesempatan timbul niatan untuk melampiaskan rasa kesal dan buah iri tersebut dengan merampok hartanya.

Berikut kronologi kejadian dari keterangan pelaku,

  1. Pelaku datang ke rumah korban seorang diri dengan membawa pistol dan samurai.
  2. Kondisi rumah yang tidak terkunci, pelaku dengan mudah masuk rumah lewat pintu depan.
  3. Di dalam rumah, pelaku langsung menuju kamar korban dan mengambil barang-barang ke dalam tas. Diketahui, barang yang dibawa berupa berlian senilai 2 milyar rupiah.
  4. Setelah berhasil menggondol curian, pelaku berusaha keluar kamar. Tiba-tiba terdengar teriakan “tolong tolong ada maling” di ujung ruang dapur. Pelaku kemudian menghampiri pembantu itu dan menodongkan pistolnya. Pembantu itu diam ketakutan.
  5. Pelaku kemudian menggiring pembantu itu ke kamar lantai atas. Setelah dimasukkan ke kamar, pembantu itu diikat di atas ranjang. Pembantu sempat melawan, tapi pelaku menempelkan mata samurai di depan wajahnya.
  6. Naas, pembantu itu malah dihukum pelaku agar bugil dan membersihkan kamar. Pembantu itu menuruti perintah pelaku tanpa melawan.
  7. Pelaku yang sejak awal memperhatikan setiap gerakan pembantu bugil itu, membuat pisangnya tegang dan mengeras. Akhirnya, pelaku menaruh samurainya dan meremas susu pembantu itu dari belakang.
  8. Tak berdaya, pembantu itu merengek dan malah membuat pelaku semakin beringas meramas dan menciumi bibirnya.
  9. Pembantu itu kembali berusaha melepaskan diri, tapi malah dia terjatuh berbaring di sofa. Pelaku langsung menindihnya dan mengarahkan pisangnya ke lobang kenikamatan.
  10. Sodokan demi sedokan beringas dilancarkan, kenikmatan semakin bertambah di setiap goyangan dan getaran. Pembantu itu semakin tak berdaya dibuatnya.
  11. Tiba-tiba pelaku ejakulasi, keluar lendir putih meleleh dari dalam lubang yang ditusuk itu. Ditahannya pisang itu, agar pelaku merasakan perkasanya dirinya membuahi pembantu itu.
  12. Pelaku memaksa lagi, kali ini pembantu di atas mengoral pisang. Gesekan lidah dan bibir membuat semakin mengeras pisang itu sehingga berdiri gagah.
  13. Tak lama, pelaku menarik tangan pembantu agar duduk di atas pahanya. Pisang itu kemudian diarahkan pelaku ke dalam lubang kecil di selakangan itu perlahan.
  14. Baru beberapa puluh sodokan, tiba-tiba terdengar ada yang menutup pintu depan. Pelaku kaget dan meraih kembali pistolnya.
  15. Korban kemudian menaiki tangga menuju kamarnya, tak ada kecurigaan ditaruh di hati korban.
  16. Korban membuka pintu, namun pelaku langsung menodongkan pistol meskipun pistol bawahnya sudah menodong sebelumnya. Korban kaget dan spontan mengangkat tangan.
  17. Korban kemudian tidur di atas kasur atas perintah pelaku. Sementara pembantu telah diikat di sudut ruangan.
  18. Pelaku menindih korban dan merobek baju serta melepas BH korban. Tak mencoba menahan dengan tangan mungilnya, namun pelaku kemudian meremas dan mengemut susunya yang gede berukuran 42 B itu.
  19. Tak puas, pelaku membuka celana korban dan menyodok korban tanpa ampun. Korban tak berdaya itu, berteriak kesakitan dan sesekali memohon ampun.
  20. Tak digubris oleh pelaku, korban malah dibalikkan dan disodok lagi dengan kasar. Sementara pembantu menangis melihat situasi yang terjadi kala itu.
  21. Kesakitan itu menjadi-jadi setelah tubuh korban bergetar hebat. Korban yang orgasme itu mengeluarkan cairan dari lubangnya mengguyur pisang pelaku. Pelaku kemudian menarik kepala korban dan mengoralkan. Tak berapa lama, cairan putih keluar dari mulut korban. (red)
Advertisements