Realstory69.com – Kamis, pukul 13.35 WIB, seorang wanita bernama MR (29) langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda, Semarang menggunakan ambulans akibat beberapa luka goresan dan pukulan benda tumpul di sekitar lehernya (12/01).
Menurut keterangan dari seorang saksi mata bernama ST (37) menuturkan, kejadian tersebut terjadi pukul 13.18. Saat itu ia hendak membeli obat, tapi ternyata ia melihat penjaga toko itu sudah telanjang terkapar tak berdaya. “Saya kaget, waktu saya mau beli obat, saya liat shopkeeper itu udah hampir sekarat tanpa pakaian“, ungkap pria berambut botak ini.

Petugas yang datang ke TKP langsung melakukan penyelamatan terhadap korban dan membuat garis polisi. Setelah itu, banyak warga yang berdatangan guna menyaksikan olah kejadian dari petugas kepolisian polsek Bukit Kramat.

Dari keterangan salah satu anggota kepolisian, Supardi, menyatakan sementara kasus ini adalah pemerkosaan disertai tindak kekerasan. “Ini murni kasus pemerkosaan dan kekerasan, bukan pencurian karena tidak ada satu barang pun yang hilang” jelasnya.

Sementara kondisi korban belum sadarkan diri dan masih membutuhkan perawatan yang ekstra dari rumah sakit. “Kasus ini akan kami dalami dan kembangkan guna mengungkap siapa pelakunya, kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan jika ada hal mencurigakan segara laporkan kepada kami” pungkasnya. (red)

———————–

Gambar :ilustrasi
Terungkap, pelaku pemerkosaan di toko obat adalah tetangga sebelah korban


Realstory69.com – Seminggu setelah kejadian kasus pemerkosaan di toko obat beberapa waktu lalu, akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku bernama BM (23) yang merupakan tetangga korban (19/01).

Dari olah TKP, kami berhasil menemukan beberapa alat bukti berupa celana dalam dan beberapa kertas yang berlumur darah” jelas Bambang, kapolsek Bukit Keramat. Selain itu juga, ia mengimbuhkan ada juga bukti dari keterangan saksi korban yang membenarkan bahwa BM adalah pelakunya.

Menurut penuturan korban yang beranak satu ini, saat itu, pelaku datang menghampiri korban dan anaknya untuk berbincang-bincang. Setelah agak sepi, pelaku tak bisa menahan diri ketika korban membungkuk membelakangi pelaku ketika merapikan obat. “Itulah moment yang menurut kami memicu tindakan pelaku untuk melakukan pemerkosaan tehadap korban” jelas Bambang. 

Kemudian ia menambahkan, pakaian korban yang sedikit vulgar dan bentuk badan yang montok juga bisa menjadi motif pelaku. 

Menurut penjelasan dari korban dan pelaku, Bambang mencoba menjelaskan kronologi kejadian. Ketika pelaku berhasil menurunkan celana dalam, korban berusaha melawan dan menaikkan kembali celananya. Namun pelaku memukul korban di bagian leher dengan tongkat yang tajam.
Hal itu membuat korban jatuh tersungkur dengan darah segar yang mengalir di bagian kepala. Kemudiam korban ditindih oleh pelaku dan berusaha melepas celananya. Korban yanh masih syok dan lemas itu tak berdaya, ketika tubuhnya di-ploroti dan dijamah oleh pelaku.
Bambang melanjutkan, “korban diperkosa beberapa tembakan hingga akhirnya pelaku ereksi dan mencecerkan air maninya di sekitar vagin* korban“. Setelah itu pelaku pergi agak tergesa-gesa melihat celana dalamnya tertinggal.

Belakangan ini, BM memang diketahui sebagai pemuda pendiam oleh masyarakat. “Tidak banyak bicara namun kelihatannya cukup misterius“, ungkap Supratman (54), tetangga pelaku.

Selain itu, korban telah memberikan maaf kepada pelaku. Dia menyayangkan jika kasus ini akan panjang dan menghancurkan hubungan serta kehidupan keduanya.

Meskipun begitu proses hukum harus tetap berjalan, pelaku akan dikenai hukuman walaupun korban telah memaafkannya. (red)

Advertisements